Terjagaoleh Lu Chenzhou

26 · Cangkang tua

Bab 26 · 13,3 rb kata

Eli kembali ke stasiun awal Agustus, mengangkut satu muatan suku cadang kabel feed; sekalian melihat akuarium kosong itu. Akuarium masih di rak luar ruang cuci; airnya tetap diganti; kayu tenggelam yang menekan dasarnya tak tersentuh siapa pun; tiga takiknya lengkap. Air digantinya; duduk; mengisap sebatang rokok; barulah kotak kayu itu dikeluarkannya dari kabin.

Kotak itu lebih kecil daripada ingatannya. Lao Wu mati Januari 2024 di tengah jalan mengganti cangkang; cangkangnya diambil Eli di tempat; diawetkan; dijemur setengah tahun; disimpan ke kotak. Di tutupnya menempel satu label, tulisan pena bola, ditebalkan dua kali: Lao Wu. Dipelihara di stasiun. Cangkang itu bukti ia pernah tumbuh. Cangkang itu terbaring di dalam kapas; punggungnya melengkung; karapasnya merekah satu celah dari tengah; bibir celah menganga keluar, menggulung, berhenti di situ. Mengganti separuh jalan; tenaganya habis. Empat belas tahun; kapasnya menguning; cangkangnya tak berubah bentuk.

Lobster air tawar memberi tanda sebelum mengganti cangkang: berhenti makan; bersembunyi di sudut; warna cangkang menggelap. Lao Wu pernah berhenti makan tiga kali, bersembunyi dua kali; warna cangkangnya tak pernah menggelap. Stasiun mencatat suhu akuariumnya dua puluh tahun; satu lajur tak pernah putus; ia menjadi satu nyawa yang catatannya paling lengkap di stasiun. Tiga tahun sesudah matinya, masih ada yang menjatuhkan pakan udang ke dalam akuarium kosong—dua kali—dilihat orang; katanya lupa. Sesudah itu yang diganti selalu air bersih.

Eli bilang, stasiun memancangkan tiang lagi; mesin-mesin masuk ke gobi. Bulan lalu ia lewat; melihat mesin pemancang berdiri di hamparan; lebih banyak daripada survei lokasi tahun-tahun itu. Satu kamar di rumahnya harus dikosongkan—anaknya musim gugur masuk kota sekolah; ia ikut pindah. Cangkang itu tersimpan di rumah; hatinya selalu merasa menyimpannya untuk stasiun; berpindah-pindah, takut terbentur. Kotak itu mengikutinya pindah tiga rumah, dari perumahan keluarga stasiun ke kabupaten, lalu kembali; setiap kali diletakkan di rak paling atas; naik kendaraan digendongnya di pangkuan. Katanya: yang dipelihara di stasiun, dikembalikanlah ke stasiun. Gobi lebih aman; lebih aman daripada rumah siapa pun.

Katanya: baik. Eli bilang dia yang hafal urusan tiang: petak mana yang tak dipancang, tak dipasang kabel, tak ditarik saluran, ia tahu. Kedalamannya juga sudah dipikirkannya: setengah meter; lapisan atas gobi dibalik angin sekali setahun; di bawah setengah meter tak bergerak. Katanya: boleh; harinya kau yang pilih. Tutup kotak ditutupnya; dipikirkannya sebentar; dibukanya lagi; label dilepaskannya—dilepaskan pelan; sudut-sudutnya sedikit berbulu. Katanya: labelnya kusimpan. Cangkang itu miliknya; tulisannya milikku. Label itu ditulisnya hari cangkang dimasukkan ke kotak; selesai menulis dirasanya goresannya terlalu tipis; ditebalkannya sekali; tahun berikutnya sekali lagi. Dua kali dalam empat belas tahun; pinggir tinta pena bolanya mengeluarkan minyak; makin mirip sesuatu yang dicetak.

Zhou Yao tiba awal Oktober; pertama kalinya ke stasiun. Dua hari perjalanan; hal pertama yang dilakukannya di gerbang: melihat poplar itu; selesai dilihat, katanya: lebih tinggi daripada di siaran langsung. Rumah tamu di ujung timur kawasan stasiun; jendelanya menghadap gobi. Malam pertama tirainya tak ditutupnya; esoknya katanya kepada ibunya, lewat malam ada bunyi, datang bergelombang. Zhou Yan mengetik: angin. Zhou Yao bilang: kedengaranku seperti ada yang menghitung.

Ia menginap sepuluh hari; cuti tahunan. Siang hari berkeliling stasiun sendiri; makan di kantin; ada yang mengenalinya, menunjuknya kepada orang sebelah; ia berdiri, membungkuk sekali, duduk kembali melanjutkan makan. Hari ketiga ia masuk ruang kerja mencari ibunya; dari pintu dipanggilnya sekali: Bu. Zhou Yan sedang mencocokkan tabel; tak mendongak. Dipanggilnya lagi, lebih tinggi; anak muda di meja seberang berdiri hendak menepuk bahu Zhou Yan; dicegahnya. Ia berjalan ke meja; buku jarinya ditekuk; mengetuk meja dua kali.

Zhou Yan mendongak.

Sejak hari itu ia tak berseru lagi masuk ruangan; mengetuk meja. Dua kali; keras. Kadang Zhou Yan memunggungi pintu; ketukannya datang; Zhou Yan tak menoleh; tangan meraba pensil di samping; Zhou Yao menuliskan yang hendak dikatakannya pada buku yang didorongkan ibunya. Sepekan habis separuh buku. Zhou Yao membalik-baliknya; katanya: orang-orang di sini semua begitu cara bicaranya? Zhou Yan mengetik: cuma kita berdua.

Beberapa halaman di buku itu panjang. Satu halaman menulis tahun ibunya pertama kali melewatkan video Sabtu: tujuh pesan dikirimnya berturut-turut; yang ditunggu datang tiga aksara: tak usah. Ditulisnya: tahun itu setahun penuh kata-kata kusimpan untuk diucapkan di video. Kau bilang tak usah; sekaligus semuanya kusimpan. Buku diambil Zhou Yan; ditulisnya satu baris: bukan tak usah; hari itu aku tak sanggup menampungnya. Zhou Yao selesai membaca; halaman itu dibaliknya; dibalik cepat sekali.

Ruang kerja itu dilihatnya lama. Orang bermata terbuka tergantung di lapisan samping cetakan tabel S; ia berdiri di hadapan gambar; pandangan di dalam gambar diikutinya; sampai earphone konduksi tulang di atas meja. Dilihatnya sebentar; katanya: tempat tujuinya bergeser tepat. Kalimat itu tak disambung Zhou Yan; satu tumpukan cetakan di sudut ruangan ditunjuknya; katanya tiga baris paling bawah lahir di tahun kau berumur tiga. Zhou Yao bilang: berarti ia lebih dulu ada daripada ingatanku. Dicetakkannya; halaman teratas memuat tiga lajur angka; ditanyanya lajur yang mana yang penting. Zhou Yan menunjuk yang tengah. Zhou Yao menelusuri angkanya dengan jari; setengah halaman; katanya: semuanya angka yang sama. Zhou Yan menulis: justru yang sama itu yang diminta.

Dua hari sebelum berangkat, Zhou Yao menarik satu lembar kertas dari tabung gambar; tergulung; sudut-sudutnya terkikis membulu. Kertas dibentangkannya di atas meja; satu sudut ditahannya; katanya: diukir umur sembilan belas. Waktu itu tak berani kukirim. Pena diletakkan Zhou Yan. Hitam-putih; satu cukilan kecil; punggung perempuan muda; duduk di bangku; kepala dimiringkan; seperti mendengarkan seseorang di sampingnya. Di gambar tak ada orang di sampingnya. Lama dilihat Zhou Yan; tak ditanyanya diukir menurut siapa. Zhou Yao juga tak bercerita. Gambar digulungnya kembali; katanya: gantung di asrama. Zhou Yao bilang: asal sanggup tergantung, cukup.

Esoknya Zhou Yan memberinya sepasang sarung tangan katun—model gudang kertas Shanghai itu; katun putih; kelebihan persediaan; baru benar. Ujung jarinya dipijatnya; ditanyanya untuk apa. Zhou Yan mengetik: untuk meraba kertas. Tinta yang merembes sampai punggung kertas, dari balik ini teraba; petak demi petak; ada gembung tipis. Sarung tangan dimasukkannya ke tas; katanya: lain kali selesai mengukir balok, kuraba dulu sebelum mencetak. Berhenti sebentar; ditambahkannya: di muka balok, pisau yang kelewat dalam, tangan tahu lebih dulu daripada mata. Ditanyanya sarung tangan itu dibeli di mana. Zhou Yan menulis: bukan beli; pembagian kantor. Zhou Yao melipatnya rapi, dikembalikannya ke tas; katanya: berarti barang stasiun. Kupinjam; tak kukembalikan.

Paket kelima tiba pada tanggal Julian 2465663, 9 Oktober 2038, Minggu.

Malam itu Zhou Yao berdiri di ruang luar ruang mesin; satu lapis kaca di antaranya. Ceksum selesai; peta selisih dibentangkan; Zhou Yan berdiri di tempat lamanya. Panjang alur dua ratus sepuluh meter; tak berubah. Lebar enam koma dua; stabil. Lajur tanggul endapan terisi: di bawah 0,2; catatannya: berganti cara ukur; mulai paket berikutnya dihitung sebagai residu permukaan.

Lajur kedalaman: 1,6 meter.

Insinyur Ma menghitung laju dengan tangan: tiga bulan; dangkar 0,2; sebulan 0,048. Empat angka dikeluarkannya berbaris: 0,036; 0,039; 0,044; 0,048. Selesai membariskan, penanya diletakkan. Anak baru yang jaga di samping membariskan sekali; angkanya cocok. Sejak tahun ini ia tak perlu lagi menyalin dari catatan kecilnya. Kenaikan masih berjalan; jalan sedikit lebih landai; jatuh pada perpanjangan garis Ursula; juga di dalam pita penyelesaian analitik Brouwer, menempel tepi bawah. Malam itu juga Brouwer memutakhirkan lampirannya, satu baris: kenaikan tak patah; laju kenaikannya melambat; perilaku gradien penggal dangkal menunggu paket keenam. Kramer tak meneruskan. Halaman lama sebelum penggantian rupa, ada yang membangun cerminnya sendiri; hanya membariskan kedalaman; tanpa judul. Hari satu meter empat puluh lima, kunjungan halaman itu pertama kalinya melewati seratus ribu.

Sesudahnya Zhou Yan kembali ke ruang kerja; berkas Tangga dibukanya; petak kosong anak kelima diisinya 160. Earphone ditempelkannya ke mastoid kiri; berangkat dari 340; 290; 220; 180; 160; lima nada; tiga kali putar. Lima angka itu berjalan turun di dalam tulang, satu anak satu anak, seperti satu tangga yang makin dituruni makin rendah; sampai bawah, kaki masih menginjak tempat yang padat. Kalender meja terbuka di sudut; halaman Oktober; lingkaran pensil dari bulan Juli masih ada. Satu cek dibubuhkannya di dalam lingkaran; ceknya kecil sekali; lingkarannya tak digores ulang. Selesai putaran ketiga, satu detik ia berhenti lebih lama. Detik itu tak dicatat ke berkas; pikirnya: hitung utang orang Shanghai itu; paket keenam tiba, dibayar bersama-sama.

Di luar kaca, Zhou Yao menonton habis dari mula sampai akhir. Kedua tangannya ter selubung saku jas; berdirinya seperti orang menonton pameran. Ketika lajur kedalaman menyala, ia maju setengah langkah. Dalam perjalanan pulang ditanyanya: nada terakhir itu, sangat rendah, apa itu. Zhou Yan mengetik: kedalaman dikalikan seratus. Zhou Yao bilang: alurnya dangkal lagi. Zhou Yan mengetik: dangkar 0,2. Zhou Yao menatap dua angka itu sebentar; katanya: kalian sekarang menyebut dangkal sebuah alur di sebelas tahun cahaya jauhnya.

Penguburan cangkang pagi berikutnya. Eli yang menyetir; hamparan tiang di dua puluh lebih kilometer barat laut kawasan stasiun; kendaraan berjalan empat puluh menit. Mesin pemancang bertambah banyak: satu baris tujuh; yang berselubung terpal tinggal satu. Itu suku cadang; berdiri dua tahun; terpalnya dua kali dibuka untuk pemeriksaan; selesai diperiksa dipasang lagi. Eli memarkir di sampingnya; katanya petak ini tanah cadangan; di peta digaris silang; sepuluh tahun tak dikerjakan. Garis silang itu buatannya sendiri. Hari peta dibagikan, satu ia salin; tanah di sekitar kawasan stasiun dicocokkannya petak demi petak—yang mana dikerjakan, yang mana tidak—ditandainya pada salinannya sendiri. Katanya: pemancang tiang tak melihat ini; aku yang melihat. Di gobi ia menyibak kerikil dengan kaki; sekop turun; setengah meter; dinding lubang berlapis: lapis atas gembur, lapis bawah padat. Sebatang bilah ukur dibawanya; ditancapkannya ke dasar lubang; sekali diukur: lima puluh satu sentimeter. Ia melompat ke bawah; satu jari kedalaman tanah dikeruknya; diukur lagi: lima puluh. Pengurukan berjalan setengah; Eli berhenti; beberapa butir kerikil dipungutnya dari tanah; baru dikuruk lagi.

Kotak dibuka; label tak ada; kapas masih ada. Eli memasang sarung tangan; cangkang dikeluarkannya dengan dua tangan; kepala ke utara; diletakkan rata; sisi celah ke atas. Katanya: celahnya ke atas; kelihatan. Zhou Yao jongkok di bibir lubang; melihat sebentar; tangannya masuk; satu sudut kapas di samping cangkang ditekannya. Saat pengurukan ia mencengkeram dua genggam kerikil; ditaburkannya paling atas.

Eli menandai titik dengan GPS; dibacakannya; Zhou Yan mencatatnya di ponsel: 39°21′04,31″ lintang utara, 75°59′17,60″ bujur timur. Eli bilang angka itu ia catat satu juga; punggung labelnya kebetulan kosong; disalinnya di punggung. Kembali ke kendaraan, katanya: sepuluh tahun lagi kalau pekerjaan benar sampai ke sini, digali pun tak apa-apa; cangkang itu bukti ia pernah tumbuh; dikuburkan kembali saja. Dari bangku belakang Zhou Yao bilang: kalau begitu kuburkan lebih dalam. Eli bilang: tidak. Dalam, serangga tak sanggup lewat. Tak ada yang menanya serangga apa. Kendaraan berjalan jauh; hamparan kerikil itu masih kelihatan di kaca spion.

Dua setengah tahun sesudahnya, angka-angka di mana-mana terus berjalan.

Akhir tahun ia ke Shanghai lagi; jadwal cahaya samping tiba; empat petak lima hari; petak tinta-rembes sisa turun dari dua belas ke delapan: lima menunggu cahaya samping, tiga meragukan. Satu dari empat petak yang selesai keluar angka 2; tahun 1974; tersangkut tujuh tahun. Lu Weiming tujuh puluh tiga; datang setiap hari; dua jilid miliknya tetap dikerjakan mesin. Kunci lemari masih yang itu. Saat berangkat ia menanyakan paket keenam tiba kapan. Katanya: bulan depan. Katanya: utang kali itu masih kucatat.

Paket keenam tiba Januari; satu meter empat puluh lima. Malam itu lima nada diputarnya habis; dua detik ia berhenti lebih lama: satu detik membayar utang; satu detik dicatat ke berkas. Catatan pinggir "Tangga" sejak itu menyimpan satu baris: mulai 160, satu detik satu anak; utang Shanghai lunas.

Tabel S tak satu barisnya putus. Baris 6.097 hari paket kelima; baris 7.030 satu malam di bulan April 2041. Pemeriksaan ulang telinga kiri April 2040: frekuensi rendah masih ada; kurva ruang audiometri ditindihkan pada kurva dua tahun sebelumnya; turun kurang dari satu takik. dr. Shen sudah pensiun; dokter penggantinya membaca catatannya; katanya, dengan laju ini, frekuensi rendah masih terpakai dua tiga tahun lagi. Baris keenam berkas cara dengar ditulisnya: frekuensi rendah; pakai hemat.

Telemetri tetap sembilan puluh hari sekali; lajur kedalaman terus berjalan turun: satu empat puluh lima; satu satu; nol koma delapan; nol koma lima. Musim semi 2041: nol koma tiga. Insinyur Ma memperpanjang kolom ekstrapolasi sampai dasar tabel; baris terakhir diberinya bingkai: April 2042, nol. Tabel itu ditekannya di bawah kaca; tak dikirimkannya ke grup. Siapa pun sanggup menghitungnya; siapa pun tak bicara lebih dulu. Insinyur Ma memotret tabel itu. Fotonya tak dikirim ke mana-mana; masuk folder miliknya sendiri; semua yang pernah ia hitung sendiri ada di dalamnya.

Batch kedua, tujuh benda, menyala 2039; batch ketiga, sembilan benda, 2040. Tiang terpacang sampai ketiga puluh satu. Nama Hu Yisu masih di lajur jaga; tanda tangan bersama laporan harian telemetri menjadi giliran: tujuh nama tujuh hari; namanya hari Rabu. Avatar Ursula tak pernah menyala. Dari pihak Amina tak ada kabar apa pun. Direktori 3t dibukanya sekali setahun; draf "bahu" masih di situ; 2.041 bita; penanda waktunya tak pernah bergeser.

Pesanan bermata tertutup Zhou Yao tiga lembar terakhirnya selesai akhir 2038. Sesudah itu ia tak menerima lagi yang bermata tertutup; buku pesanan studio kosong tiga bulan; ia mulai menyiapkan baloknya sendiri; mengukir apa, tak dikatakannya. Video Sabtu berjalan seperti biasa; di jendela takarir kata-katanya makin banyak, kata ibunya makin sedikit; ada pekan sepuluh menit ia mengetik seribu lebih aksara; ibunya membalas tiga aksara: sudah kuketahui. Satu pekan ia tak mengetik satu aksara pun; satu balok gagal diangkatnya ke depan lensa; ditunjuknya di mana pisau patah; satu isyarat: balok berikutnya.

Suatu malam di akhir April 2041, selesai mencocokkan tabel S hari itu—baris 7.030, 0,37—ia menandatangani. Halaman itu masih terbuka; judulnya tiga tahun tak berubah: berapa tahun lagi. Malam itu lajur ketiga melompat sekali: dari dua koma sekian langsung jatuh jadi satu angka; beberapa hari lagi, jadi satu.

Menyalin baris itu ke log hari, tangannya menyambar kalender yang belum dipakai di sudut meja—kalender tahun depan. Dibukanya halaman April; satu sudut dilipatnya.

Angka di layar: 1.

Komentar (0)

Masuk untuk ikut berdiskusi

Masuk