Terjagaoleh Lu Chenzhou

23 · Rekristalisasi

Bab 23 · 14,1 rb kata

Peta selisih itu tergantung di meja cahaya enam bulan. Tiga lingkaran pensil tak tersentuh siapa pun; di dalam lingkaran, angka baru tak pernah ditambah.

Baris di laporan mingguan proyek itu tetap: LP 413-52, siklus telemetrinya normal. Normal artinya relai pengiring, di sebelas koma tiga tahun cahaya, mengirim data dengan irama sekali sembilan puluh hari; tiap paket menempuh sebelas tahun empat bulan di jalan; Bumi tak berhak tahu lebih awal isi paket mana pun. Yang bisa dikerjakan cuma menunggu. Menunggu, di kalangan proyek, punya istilah: jendela tanpa operasi; panjangnya lima ratus empat puluh lima hari. Malam Mateo mengubah periode pemeriksaan ulang menjadi sembilan puluh hari, akunnya kelabu; kelabu satu setengah tahun; di grup tak ada yang meng-@ dia. Kalimat Ursula itu—ukur yang ketiga dulu—terpasak di notulen rapat, dan memaku pula seisi orang yang ingin beri alasan. Beri alasan butuh angka; angkanya di jalan.

Satu paket lagi di jalan.

Media tak menunggu.

Data paket kedua terbuka seluruhnya; bingkai ceksum sekalian; tergantung di peladen umum. Hari kesembilan sesudah keterbukaan itu, artikel panjang pertama keluar; penulisnya rubrik yang dulu pernah menulis "jawaban semesta atas diri kita tak perlu diterjemahkan". Judul yang ini lebih pendek: kami menulis; ia menghapus. Isinya meletakkan dua profil bersebelahan, dengan peta selisih; peta selisih itu cuma satu warna; warna itu di dalam artikel disebut "setengah meter yang sedang lenyap". Setengah meter itu salah angka; yang benar 0,5 meter; pada presisi tak beda; pada bacaan jauh beda. Tak ada yang mengoreksi. Kalau dikoreksi pun, komentar pertamanya akan begini: kau menyebutnya 0,5 atau setengah meter—perkara ini sedang ia urus sendiri; apa namanya, bukan kau yang menentukan.

Penjaga Tidur memungut kalimat itu. Dua tahun mereka sunyi; garis mendatar tabel S tak memberi mereka kata; goresan itu memberi. Rapat Jumat mereka menyala lagi; disiarkan; orang bersuara tenang itu tak lagi bicara soal pura-pura tidur; ia bicara soal mekanika. Hadirin: satu benda mati tiga ratus juta tahun, dalam empat belas bulan, menghapus setengah meter yang dipahat manusia. Ia tak perlu membenci kita. Ia bahkan tak perlu tahu kita. Keterampilan kita yang tertinggi, pada tubuhnya, satu goresan yang menyembuhkan dirinya sendiri. Ia berhenti sebentar; simpulannya diucapkan. Katanya: ini bukan kegagalan. Ini jawaban. Yang mendengarkan jawaban semestinya berhenti.

Potongan itu dipotong jadi empat puluh tujuh detik; tayangannya menembus enam puluh juta.

Jajak pendapat itu milik kantor informasi kerangka; sekali kuartal. Dukungan untuk kata "tulang" jatuh dari dua puluh sembilan persen menjadi dua puluh dua. Alasan penolakan peringkat pertama berganti: yang tadinya pertama "terlalu mahal"; kini yang pertama "tak bisa awet". Terlalu mahal turun ke kedua; yang ketiga satu kalimat baru, masuk utuh sebagai pilihan: bahkan ia sendiri yang menghapus—kenapa kita masih memahat.

Hu Yisu tak berdiri di pihak mana. Kiriman terakhir akunnya berhenti tiga tahun lalu: satu tautan ke repositori terbuka modul penyelarasan. Seorang wartawan menemukannya; menanya goresan itu. Lewat telepon ia bicara dua puluh tujuh aksara: goresannya ada di sebelas koma tiga tahun cahaya; sewanya tidak. Yang harus kalian tanyakan: paket ketiga sampai belum. Selesai, telepon ditutup. Dua puluh enam aksara itu diteruskan dua puluh ribu kali; kebanyakan dipakai sebagai sindiran; sebagian kecil dipakai sebagai kalender—menghitung maju, satu paket sembilan puluh hari, sampai paket ketiga; ditandai: tunggu.

Murid Kramer sudah mulai menjalankan pemodelan maju sejak paket kedua.

Murid itu bemarga Brouwer; doktoral tahun ketiga; topiknya semula model pendinginan cangkang katai putih; setelah data goresan turun, topiknya berganti nama: simulasi numerik degradasi goresan. Dua versi dijalankannya. Versi pertama difusi murni: gerak panas atom-atom kisi mengisi tepi alur yang tinggi ke tempat yang rendah; lajunya ditentukan suhu. Versi ini menghitung empat belas bulan dangkal 0,1 meter; yang terukur 0,5; meleset lima kali lipat. Medan regangan di dasar alur dimasukkannya; keluar versi kedua; versi kedua menempel pada paket kedua; galatnya delapan persen. Pracetaknya dipasangnya; baris simpulannya: degradasi didorong gradien regangan; laju akan turun seiring dangkalnya; diprediksi paket ketiga dangkal tak lebih dari 0,3 meter; kalau lebih, model gugur.

Kramer meneruskan pracetak itu ke grup; setengah kalimat itu lagi yang diselipkan: kalau modelnya kalah oleh datanya, baru bicara.

Versi model itu dilihat Zhou Yan dua malam. Fisikanya tak diperiksanya—fisikanya ia percayakan pada mereka; yang diperiksanya bangun kalimat itu: garis falsifikasinya digambar lebih dulu, menunggu data menginjak. Itu kerja yang bersih. Tabel S miliknya sendiri ditulis begitu juga: lima ribu lebih baris; tiap baris satu kesempatan difalsifikasi; satu baris pun tak terinjak. Pracetak itu disimpannya ke 3t, di samping folder 2471.

Dalam satu setengah tahun itu ia mencocokkan tabel S sekali sepekan. Tabel itu tak lagi dihitungnya; milik sekuens jaga; dicetak sehari satu baris; selesai dicocok, satu aksara ditandatanganinya. Suatu akhir pekan, sampai kaki halaman cetakan, terlihatnya anak-anak sekuens jaga menambah sendiri tiga lajur: jumlah baris hari itu; jumlah hari garis mendatar; jumlah hari menuju paket ketiga. Lajur ketiga turun satu tiap hari; kalau sudah jatuh di bawah dua ratus, selesai mencocok dan menandatangani, ia berdiri sebentar lebih lama.

Telinga-telinganya berjalan turun. Garis empat ribu hertz telinga kiri jatuh dua takik dalam dua tahun; rapat ia duduk barisan depan; membaca gerak bibir; yang tak terbaca ditebak. Lao Tang pensiun pulang ke pedalaman; di telepon logatnya makin lolos dari telinganya; dua kali katanya ketik saja; Lao Tang mengetik; Lao Tang yang mengetik lebih banyak bicara daripada Lao Tang yang menelepon. Telinga kanan tak dipasangi alat bantu—tak ada yang bisa dibantu; yang kiri dipakainya; gunanya dikorting bulan demi bulan; dokter penyetelnya tiap kali mengucap kata yang sama: kompensasi. Terakhir, ditanya masih ada berapa yang bisa dikompensasi. Dokter meliriknya sekali; pada lembar periksa ditulisnya: frekuensi rendah masih terpakai; frekuensi tinggi mendekati batas kompensasi. Katanya: dua aksara itu kukenal. Lain kali, katanya. Dokter tak tertawa. Yang ini tak mengenalnya; jadi tak ikut menghitung dua aksara itu bersamanya.

Sabtu video. Zhou Yao dua puluh tujuh; di belakangnya dinding pengering kertas studio. Katanya studio belakangan ini bertengkar soal satu hal: ada klien minta ukiran yang dalam; katanya diukir dalam awet lama; pak gurunya tak mau menerima. Zhou Yao bilang: kata pak guru, cukilan terlalu dalam, serat kayunya patah di dalam; mendekati dua ratus cetakan mulai retak. Awet tidaknya bukan soal seberapa dalam mengukir; soal seberapa dalam kayunya bersedia menerima. Zhou Yan membaca bagian itu lewat takarir; berhenti sebentar; satu baris diketiknya: tanyakan pada pak gurunya, dari mana ia tahu satu kayu menerima sampai sedalam apa. Zhou Yao bilang: katanya, rusakkan tiga; ketahuilah yang keempat.

Musim gugur itu sekali ia kembali ke stasiun. Kotak arsip tabel S asli tersimpan di arsip stasiun; saat serah terima disepakati diperiksa ulang sekali setahun; pemeriksaan itu dikerjakannya sambil lalu. Di dalam kotak, baris 1 sampai 3.200 lebih masih tulisan tangannya; pada halaman-halaman yang berbulu karena dibalik, pihak arsip menyelipkan kertas sela. Lembar pemeriksaan ditandatangani; ia memutar ke kamar kecil di belakang ruang mesin. Akuarium itu masih di situ; airnya tetap diganti; dasarnya dialasi satu lapis pasir halus. Teknisinya tak mengenalnya; melihat dia berdiri di depan akuarium, katanya: di akuarium ini dulu ada seekor udang; dipelihara dua belas tiga belas tahun. Katanya: ia tahu. Teknisinya bilang: Pak Eli berpesan, airnya tak boleh putus; kalau putus, ia datang memeriksa. Ditanya: masih datang? Teknisinya bilang: tahun lalu sekali; tak masuk; berdiri sebentar di pintu; memandang kabel feed di atap; pergi.

Cangkangnya ada di kotak spesimen; kotak itu di rak tingkat tiga kamar kecil; labelnya tulisan tangan Eli: Lao Wu. Dipelihara di stasiun. Cangkang itu bukti ia pernah tumbuh. Kotak itu diturunkannya; dibuka selebar satu celah; takiknya masih dua milimeter; cangkangnya lebih rapuh daripada waktu ia hidup; di tepinya satu lingkar kecil memutih—pelapukan. Kotak dikembalikan; satu foto diambilnya; tak ke 3t; ke album ponsel. Di perjalanan pulang dikeluarkannya; dilihat sekali lagi. Saat kendaraan memotong celah gunung, ponsel kehilangan sinyal; layar dimatikannya; bersandar; angka itu dilalui sekali lagi dalam kepala: sebelas tahun empat bulan. Di jalan tak akan renggang.

Hari paket ketiga tiba: tanggal Julian 2465303, 14 Oktober 2037, pukul 03.51 dini hari.

Yang jaga tetap Insinyur Ma. Kali ini ia memanggil orang sebelum ceksum selesai; selesai memanggil, ke grup dikirimnya hanya waktu kejadiannya. Sampai Zhou Yan tiba di ruang mesin, peta selisih sudah keluar; dari tempatnya berdiri, lajur kedalaman tak terlihat; yang pertama terlihat bibir alurnya. Alurnya masih; panjang dua ratus sepuluh meter; lebar enam koma satu meter; kelebihan 0,1 meter itu masuk membulat dari dua sisi. Garis patah bibir alur membulat seperti kenop yang lama terpakai: skalanya masih ada; sudutnya sudah lenyap.

Lajur kedalaman: 2,2 meter.

Angka kedua keluar lebih lambat; dihitung tangan oleh Insinyur Ma; selesai, dibacakannya: delapan belas bulan; dangkal 0,7. Penggal sebelumnya empat belas bulan dangkal 0,5—sebulan 0,036; penggal ini sebulan 0,039. Selesai membaca, penanya diletakkannya. Di ruangan tak ada yang menyahut. Lajunya tak turun. Model menyuruhnya turun separuh; ia naik sedikit.

Pracetak Brouwer terpasang satu jam empat puluh menit; ditariknya sendiri; pada penarikannya diselipkan satu baris: model gugur, sesuai janji. Kramer di grup menjawab satu kata: baik.

Akun Mateo, kelabu satu setengah tahun, menyala pukul tujuh pagi itu. Tak bicara apa-apa; lebih dulu tiga profil ditumpuknya menjadi satu gambar, dikirim; baru katanya: buka rapat video.

Ursula bicara paling akhir di rapat video itu. Katanya ia sudah menunggu pengukuran ketiga; sekarang boleh bicara. Tiga butir dibicarakan; tiap butir satu lembar kertas; diangkat di depan kamera; tulisan tangan.

Yang pertama: cangkang katai putih itu tidak mati menembus. Empat ribu seratus derajat; di dalam kisi, atom karbon dan oksigen bertukar titik; sampai suhu turun ke nol mutlak, tukar itu tak berhenti. Itu lantai derau—seragam; tak sanggup meratakan alur enam meter; hanya membuat semua permukaan menua dengan laju yang sama.

Yang kedua: pendorongnya gradien regangan. Pada alur yang ditumbuk keluar oleh semburan, kisi di dasarnya tertekuk; atom yang tertekuk energinya lebih tinggi daripada atom di tanah datar; kelebihan itu mendorong atom bergerak ke dua sisi alur. Di sini ia berhenti sebentar; katanya: butir ini bukan karanganku; ada di versi kedua Brouwer. Salahnya menganggap regangan tetap. Makin dangkal alur, selisih kedalaman yang sama tertiarap pada lereng makin pendek; gradiennya makin besar. Karena itu lajunya tak turun—malah naik. Katanya: garis falsifikasinya ia gambar benar; digambar pada tubuhnya sendiri.

Lembar ketiga cuma satu angka: dua ratus. Energi regangan meluruh eksponensial terhadap kedalaman; panjang peluruhannya dihitung dari konstanta kisi dan modulus geser bintang itu sendiri: dua ratus meter ke atas-ke bawah. Lebih dalam dari dua ratus meter, akar alur jatuh ke rentang yang tak sanggup dirayap; waktu meratakannya naik mengikuti eksponen—naik melewati umur alam semesta. Lebih dangkal dari dua ratus meter, sepanjang alur terendam di rentang yang bisa merayap; sedalam apa pun sama; tinggal soal cepat atau lambat. Tiga lembar ditumpuknya; kalimat terakhir diucapkannya: kedalaman satu-satunya variabel bebas; sisanya koefisien.

Ada yang bertanya: antara tiga meter dan dua ratus? Katanya: yang di antaranya namanya dangkal. Ditanya lagi: kenapa persis dua ratus meter? Katanya: bintang ini tak tahu dua ratus meter. Dua ratus meter ditetapkan hari ia dilahirkan; manusia baru saja mengukurnya.

Sebelum rapat bubar, Mateo sudah membariskan akibat-akibatnya bagi proyek.

Kedalaman rancangan pahatan utama dua ratus tiga puluh meter, galat plus-minus seratus. Plus-minus seratus itu dulu disisakan bagi yang tak diketahui: umur simpan sepuluh pangkat dua belas tahun, galat dua tingkat besaran—bertumpu pada kelonggaran itu. Kini laju terukurnya sudah masuk pintu; kelonggarannya habis. Dihitungkannya untuk semua orang: menurut laju paket ketiga diekstrapolasi, alur dua ratus tiga puluh meter—di bawah akar memang tak bisa merayap; tiga puluh meter di atas akar terendam di rentang itu; umur simpan jatuh dari sepuluh pangkat dua belas tahun ke sepuluh pangkat sembilan tahun. Sepuluh pangkat sembilan tahun, katanya: lebih pendek satu tingkat besaran daripada umur alam semesta. Cukup lama; tak cukup sampai angka yang pernah ia ucapkan.

Rancangan mengikutinya keluar; lima puluh tiga halaman hitam-putih, seperti biasa. Diperdalam sampai tiga ratus dua puluh meter: di bawah akar ditambah sembilan puluh meter; dari bagian yang terendam, tiga puluh meter disisakan sebagai rugi. Impaktor dari dua puluh sembilan ke empat puluh empat: dari tujuh belas badan kalibrasi satu sudah dimodifikasi untuk goresan dangkal; enam belas tak bergerak; tiga belas pembawa isi tak bergerak; lima belas baru; dua batch. Jadwal bertambah empat tahun. Halaman anggaran paling cepat dibaliknya; satu angka dibacakan: naik empat puluh persen dari angka yang sudah disetujui.

Orang komite anggaran daring; menanya pembakarannya sekarang sampai mana. Katanya: sepertiga anggaran tambahan sudah terbakar; tiga benda di sabuk utama sedang didorong; terdorong setengah; berhenti sekarang, semuanya sia-sia. Yang dibeli sepertiga yang terbakar itu satu macam saja: tahu garis dua ratus meter itu ada di mana. Ada yang mengucapkannya di tempat; kalimat itu kemudian naik ke judul: memakai sepertiga uang, membeli satu angka. Mateo bilang: benar. Katanya: di pabrik pengolahan bijih begini terjadi setiap hari. Bor sepuluh sumur; sembilan kering; pembukuannya dibebankan ke sumur yang mengeluarkan air. Tak ada yang tertawa.

Sidang dijadwalkan; musim semi tahun depan; lajur topiknya berbunyi: Kedalaman Rancangan Pahatan Utama dan Amandemen Anggaran. Opini sudah rebah sebelum jadwal diumumkan. Angka dukungan kuartal itu tak terbit lagi; alasan kantor informasi: tak lagi ditanyakan tersendiri. Di platform sosial, pola kalimat itu menutup lengkung: hapus dulu baru ukir; ukir dulu baru hapus; bagaimanapun juga, hapus. Satu gambar paling jauh beredar: render alur berwarna ungu; di bawahnya tertekan kalimat itu—ia menyimpan draf kami bagi kami.

Pesanan Lao Tang datang hari kesembilan sesudah paket ketiga. Pakai ketikan.

Katanya, sebelum pensiun ia pernah membereskan buku kerja si kakek sekali; keluarga hadir; barangnya tiga golongan: disumbangkan, disimpan, ditunda. Yang ditunda dua benda. Satu: dua gulung tape itu; lama diberikan ke arsip. Satu lagi: satu amplop kertas kraft; pada sampulnya tulisan tangan si kakek sendiri; tiga baris. Baris pertama: hari goresan dangkal mengeluarkan hasil. Baris kedua: untuk Zhou Yan. Baris ketiga, satu tingkat lebih kecil: jangan dikirim pos.

Lao Tang bilang, waktu itu ia tak tahu apa yang dimaksud mengeluarkan hasil; si kakek tak menjelaskan; ia menyimpannya. Enam tahun disimpan. Beberapa hari lalu, di berita dilihatnya empat aksara—goresan dangkal sedang lenyap—amplop itu dikeluarkannya dari lemari. Katanya: besok kukirim pos tercatat; "jangan dikirim pos" itu takut hilang; pos tercatat tak hilang. Sampai, balas aku satu aksara.

Amplop itu tiba hari ketiga. Sendirian di ruang kerja dibukanya. Di dalamnya tiga halaman. Dua halaman pertama halaman asli buku kalibrasi 1968; kertasnya menguning; tabelnya digambar tangan—dasar dari sistem yang pernah dipublikasikan itu. Halaman ketiga keterangannya; satu halaman; penanya pena itu; tekannya masih berat; tintanya meresap sampai ke punggung kertas. Baris pertamanya berbunyi:

Dahulukan kesimpulan: lima tempat pada salinan bersih itu aku yang mengubahnya. Arah ubahnya: derau dicatat lebih kecil.

Di bawahnya lima nilai asli, satu tempat satu baris, tertata seperti satu tabel. Baris pertama: petak pukul enam, 9 Maret; di ujungnya satu angka; lebih besar 0,7 daripada pada salinan bersih.

Komentar (0)

Masuk untuk ikut berdiskusi

Masuk